Jumat, 06 April 2012

Percakapan

"Lagi apa?"
"Baru beres nonton film"
"Oya? Film apa?"
"Judulnya Hanamizuki, rekomendasi dari temen. Katanya sih seru, tapi ternyata engga."
"Loh? Ga seru kenapa? Biasanya kamu suka film-film Jepang. Yang katamu bisa jadi penyemangat."
"Kali ini ngga, walaupun tetap ada hikmah yang bisa diambil. Tapi jalan ceritanya aku ga suka."
"Kenapa?"
"Kepo banget sih. Tonton aja sendiri."
"Ga mau. Paling film menye-menye khas anak cewe. Ujungnya peluk-pelukkan. Basi."
"Ya terus kenapa mau tau?"
"Penasaran aja. Apa yang bikin kamu punya statement film itu ga seru.", karena kamu selalu punya sisi yang berbeda dalam menanggapi sesuatu. Dan itu yang bikin aku suka kamu.
"Soalnya di situ si pemeran utama cowo masih ga bisa ngelupain pemeran utama cewe, padahal dia udah nikah. Walaupun si istri pada akhirnya minta cerai, tapi tetep aja apapun alasannya, kamu ga bisa sayang sama dua orang sekaligus."
"Yaa.. Inilah kamu. Ga heran kalau nonton film selalu emosi duluan."
"Emang aku kenapa?"
"Kamu selalu mikirin perasaan orang lain. Yang penting kan akhir dari cerita si pemeran utama."
"Aku memperlakukan seseorang sebagaimana aku ingin diperlakukan."
"Aku suka kamu"
"Perlakukan pacar kamu sebagaimana kamu ingin aku memperlakukanmu."

*annytasumarya signed out*

"Yaa.. Inilah kamu."

*zaenurrahman signed out*

Minggu, 25 Maret 2012

Be more Truthful

Senja baru saja turun ketika kau keluar dari stasiun kereta bawah tanah yang membawamu pada pemandangan ramai kota 24jam. Percuma mengenakan jaket. Udara malam itu sama sekali tidak dingin. Kalah dingin dengan suasana hatimu yang sedang kosong.

Kau masih belum yakin akan langkah yang kau ambil. Ini bukan kali pertama kau mengunjungi kota ini, tapi berjalan sampai sejauh ini, baru sekarang kau berani. Gedung unik disekitarmu sudah menyalakan lampu taman sedari tadi. Dikejauhan kau lihat tempat tujuanmu. Sebuah bianglala besar yang berjalan lambat. Kau tersenyum hanya dengan membayangkan apa yang bisa kau lihat dari atas sana. Kemudian kau mulai mempercepat langkahmu. Meninggalkan pikiran-pikiran tentang kekosonganmu. Tentang dia.

Kini kau bisa melihat hamparan permadani lampu dibawah kakimu. Kesibukan yang menenangkan. Tak bisa kau sembunyikan rasa takjubmu pada pemandangan yang tengah kau saksikan. Untuk kesekian kalinya kau memuji negara mermaid-lion ini.

15menit, kau mulai curiga tabung bianglala ini adalah mesin waktu, karena semenjak awal kau masuk benda ini membawamu kembali ke masa lalu.

Disampingmu berdiri seorang wanita setengah baya etnis China. Sejenak kau berpikir untuk mengabadikan momen ini, kau merogoh tas mengeluarkan telepon genggam dan dengan segera kau memintanya untuk mengambilkan fotomu.

"Can you take my picture, please?"

Ia mengangguk ramah, "Oh, sure".

Kau tersenyum kearah kamera, tanpa pose apapun.

"One more time", wanita itu mengacungkan telunjuknya.

Tentu saja kau mengangguk senang, lalu kembali tersenyum kearah kamera.

"Nothing can be more truthful than a picture", ucapnya seraya mengembalikan telepon genggammu.

Kau mengernyitkan dahi namun tetap tersenyum lalu mengucapkan terimakasih.

Tak lama setelah ia kembali berkumpul dengan keluarganya, kau membuka folder Images dalam telepon genggammu. Dan kau temukan dua foto dengan pemandangan langit singapore, seorang wanita tengah berjongkok memeluk kedua lututnya seperti anak kecil, bola matanya merah, sedangkan lingkar matanya kehitaman. Wanita itu kebingungan mencari cintanya yang kandas bahkan sebelum ia sempat memulainya.

***

Singapore,
17 Februari 2012