Jumat, 03 Maret 2017

NHW #5 Yuliani IIP Bandung2 Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Nice Homework #5
Belajar Bagaimana Caranya Belajar


Alhamdulillah memasuki tugas NHW pekan ke-5. Saya semenjak sekolah sudah sangat sadar bahwa belajar bukan hanya secara keras tapi juga secara cerdas. Dalam hal ini saya terlebih dahulu mengetahui atau mengenali diri sendiri, kira-kira proses belajar seperti apa yang cocok dengan saya.

Kemudian saya menemukan bahwa ternyata saya lebih suka proses belajar audio dan kinestetik, saya mendapatkan kesulitan untuk belajar dengan secara visual. Karena itu saya tidak terlalu sering membaca, saya lebih suka menyimak guru atau teman saya yang menjelaskan tentang suatu materi pelajaran. Terkecuali untuk pelajaran-pelajaran eksak atau hitungan.

Sehingga adapun beberapa tahapan saya dalam belajar, yaitu:

1. Menyimak

Saya lebih suka mendapatkan informasi/ilmu secara audio, sehingga saya seringkali memilih untuk mendengarkan seminar, atau berdiskusi secara face-tto-face atau telpon dengan teman, ataupun dengan menyimak video tentang suatu informasi/ilmu.

2. Mencatat

Sesuai dengan perkataan imam Syafi'i, ikatlah ilmu dengan mencatat. Saya hampir selalu mencatat apapun informasi/ilmu yang saya dapatkan baik secara online atau pun saat menghadiri seminar atau pengajian sesuai dengan bahasa pemahaman saya.

3. Menulis kembali/menceritakan kembali

Tahap ini membuat saya mau tidak mau memahami tentang ilmu yang sudah saya catat. Karena apabila hanya dicatat, ilmu itu akan cepat saya lupakan. Namun dengan menceritakan atau menulis kembali membuat saya mampu mengingat ilmu atau informasi itu lebih lama sehingga kemungkinan untuk mengamalkannya pun menjadi lebih besar. Saya bisa menulis kembali di blog atau sosial media, dan biasanya saya menceritakan apa yang sudah saya pelajari ke orang-orang terdekat, pada saat ini adalah suami.

4. Mengulang

Biasanya saya mengulang kembali apa yang sudah saya pelajari sendiri saat perjalanan pulang atau saat sedang berdiam diri, mengingat-ngingat kembali. Pada saat mengingat kembali, ada beberapa bagian yang biasanya saya lupa. Nah, saya akan membuka kembali catatan atau video yang saya pelajari.


****

Allahu 'alam
Balikpapan 3 Maret 2017

NHW #4 Yuliani IIP Bandung2 Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Nice Homework #4
Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah



Saya agak terlambat mengkaji materi minggu keempat kelas matrikulasi Ibu Profesional. 
Saya akui, itu semua karna saya terlalu banyak menunda-nunda apa yang seharusnya saya prioritaskan untuk dikerjakan terlebih dahulu.

Tapi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Saya mencoba mengejar ketinggalan saya dengan tetap menyimak materi, homework dan diskusi di grup matrikulasi.

Berikut adalah nice homework 4 yang saya susun setelah menyimak materi matrikulasi minggu ke-4,

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan anda kuasai?

Alhamdulillah.. Saya masih tetap memilih ilmu parenting nabawiyah sebagai prioritas ilmu yang ingin saya kuasai saat ini. Meskipun masih dalam tahap belajar memenej waktu dengan baik.

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Masih ada beberapa poin yang kadang terlewat, terutama untuk aspek bisnis. Saya lebih fokus pada kegiatan mempersiapkan persalinan entah itu menyimak seminar online atau sekedar olahraga dan diskusi. Saya akan menuliskan besar-besar poin-poin tersebut dan ditempel dirumah, sehingga saya selalu ingat dan suami pun turut mengingatkan atas komitmen yang sudah saya sanggupi.

c. Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Alhamdulillah, sesuai dengan yang saya tulis di NHW #3 saya sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan saya selain untuk beribadah. Saya rasa ilmu parenting dan memenej keuangan keluarga adalah yang paling penting untuk saya amalkan saat ini demi memperjelas peran hidup yang Allah takdirkan pada saya saat ini.

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

- Ilmu mengatur keuangan keluarga, agar mampu mengatur keuangan yang suami amanahkan untuk saya dengan lebih baik lagi. Dapat memprioritaskan kebutuhan.
- Ilmu mempersiapkan persalinan. Karena yang menjadi kekhawatiran saya saat ini adalah melewati persalinan pertama ini.
- Ilmu mendidik anak sesuai sunnah dan fitrah.

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Saya mulai menetapkan perjalanan kehidupan milestone saya di KM 0 pada usia 25th. Dan berusaha untuk berkomitmen tinggi akan menguasai ilmu tersebut dalam jangka waktu 5 tahun. Mulai saat ini, saya usahakan untuk bisa mendedikasikan waktu saya agar tujuan saya tercapai dan sesuai target.

KM 0 - 1 (tahun 1) : Mempelajari dan mengamalkan  ilmu persalinan dan ASI eksklusif
KM 1 - 2 (tahun 2) : Mempelajari dan mengamalkan Keuangan keluarga dan Mandiri secara finansial
KM 2 - 3 (tahun 3) : Mempelajari dan mengamalkan pondasi pendidikan anak sesuai sunnah
KM 3 - 4 (tahun 4) : Mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu bunda sholehah
KM 4 - 5 (tahun 5) : Mempelajari dan mengamalkan ilmu home-schooling

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Sudah saya masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu diatas.

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Yang paling penting dari semua kelas matrikulasi tentunya adalah dengan action. Saya akan pasang setiap kali tugas NHW ini saya posting di kamar. Untuk pemacu saat saya merasa malas atau kesulitan mengatur waktu. Sehingga suami pun dapat membaca dan ikut mengingatkan senantiasa mengamalkan apa yang sudah saya dapatkan selama ini.

Semoga Allah mampukan dan berkahi setiap prosesnya.



****


Allahu 'alam
Balikpapan, 2 Maret 2017